Pemimpin yang patut saya teladani adalah Mantan Presiden kita yaitu Gusdur. Sebelum membahasnya saya sampaikan pendapat saya tentang pemimpin. Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai peran utama atau mempunyai posisi paling dominan dan sangat berpengaruh terhadap kelompoknya.
Mari kita cari tau mengapa saya kagum dan harus saya teladani sikap Gusdur ini.Gusdur lahir di Jombang pada tanggal 7 September 1940. Gus Dur adalah anak pertama dari enam bersaudara. Beliau terlahir dari kalangan kyai. Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari seorang ulama terkemuka dan pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia dan Kakek dari ibunya adalah KH Bisri Syansuri.
Point alasan kagum kepada beliau yang pertama adalah sebagai Presiden atau tokoh yang mampu menjaga perdamaian atau plurarisme.
Tidak hanya sebagai tokoh agama yang plurarisme tapi dia juga seorang pemikir yang jenius dan brilian. Tidak jarang pemikiranya bisa mendahului jamanya. Konsep plurarisme yang dia miliki tidak hanya menjadi bagian penting dalam menjalin antar umat beragama tapi juga menjadi bagian sejarah untuk menghapus sekat sekat yang ada pada jaman itu. Intinya di jaman itu Gusdur ingin sekali Indonesia lebih demokratis dan lebih toleran.
Gusdur juga menjadi sosok yang sangat di hormati atau di respek oleh luar negeri karena sifat yang bersahabat pada semua golongan. Dia tidak memandang Amerika itu apa Israel itu apa yang terpenting hanya sebuah kedamaian di dunia yang ia tegaskan. Bahkan pernah dia pernah sebagai after-dinner speaker pada penutupan acarfa terbesar kaum Jahudi di Amerika.
Terlihat dari fisk memang seperti orang yang sakit tapi setelah diikuti jejaknya Gusdur ini manusia istimewa yang pernah dimiliki bangsa ini,sosok Presiden yang sangat humor.Presiden yang santai, bahkan di akhir jabatan nya saja ketika dipaksa mundur pada tahun 2001 dia hanya santai lalu keluar dengan celana pendek dari istana.
Kebijakan Gusdur yang sukses diantaranya adalah berhasil membuat kesepakatan dengan GAM di Aceh sehingga perang disana berhenti,tidak hanya itu Gusdur menghapus diskriminasi yang melanda warga Tionghoa juga telah ditetapkan dari penghapusan pelarangan adat istiadat, bahasa dan budaya Tionghoa. Gusdur juga berhasil meredam gejolak masyarakat papua dengan cara kekeluargaan.
Mari kita cari tau mengapa saya kagum dan harus saya teladani sikap Gusdur ini.Gusdur lahir di Jombang pada tanggal 7 September 1940. Gus Dur adalah anak pertama dari enam bersaudara. Beliau terlahir dari kalangan kyai. Kakek dari ayahnya adalah KH Hasyim Asyari seorang ulama terkemuka dan pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia dan Kakek dari ibunya adalah KH Bisri Syansuri.
Point alasan kagum kepada beliau yang pertama adalah sebagai Presiden atau tokoh yang mampu menjaga perdamaian atau plurarisme.
Tidak hanya sebagai tokoh agama yang plurarisme tapi dia juga seorang pemikir yang jenius dan brilian. Tidak jarang pemikiranya bisa mendahului jamanya. Konsep plurarisme yang dia miliki tidak hanya menjadi bagian penting dalam menjalin antar umat beragama tapi juga menjadi bagian sejarah untuk menghapus sekat sekat yang ada pada jaman itu. Intinya di jaman itu Gusdur ingin sekali Indonesia lebih demokratis dan lebih toleran.
Gusdur juga menjadi sosok yang sangat di hormati atau di respek oleh luar negeri karena sifat yang bersahabat pada semua golongan. Dia tidak memandang Amerika itu apa Israel itu apa yang terpenting hanya sebuah kedamaian di dunia yang ia tegaskan. Bahkan pernah dia pernah sebagai after-dinner speaker pada penutupan acarfa terbesar kaum Jahudi di Amerika.
Terlihat dari fisk memang seperti orang yang sakit tapi setelah diikuti jejaknya Gusdur ini manusia istimewa yang pernah dimiliki bangsa ini,sosok Presiden yang sangat humor.Presiden yang santai, bahkan di akhir jabatan nya saja ketika dipaksa mundur pada tahun 2001 dia hanya santai lalu keluar dengan celana pendek dari istana.
Kebijakan Gusdur yang sukses diantaranya adalah berhasil membuat kesepakatan dengan GAM di Aceh sehingga perang disana berhenti,tidak hanya itu Gusdur menghapus diskriminasi yang melanda warga Tionghoa juga telah ditetapkan dari penghapusan pelarangan adat istiadat, bahasa dan budaya Tionghoa. Gusdur juga berhasil meredam gejolak masyarakat papua dengan cara kekeluargaan.









0 komentar:
Posting Komentar